SEMINAR NASIONAL KEBIDANAN POLTEKKES KEMENKES SEMARANG

DSC_0092Seminar nasional kebidanan 2015 diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Kebidanan Poltekkes Kemenkes Semarang dengan diarahkan oleh ibu Runjati, M.Mid sebagai Ketua Jurusan Kebidanan. Seminar ini mengahadirkan pembicara dari PP IBI Pusat ibu Dr. Emi Nurjasmi, M.Kes dan Ibu Dra. Rahayu Retno Sunarni, Mpd selaku kasubdit kompetensi lulusan di direktorat penjaminan mutu KEMENRISTEKDIKTI.

Seminar yang mengangkat tema “ Keberlanjutan Jenjang Pendidikan Bidan dan Strategi Entrepreneurship dalam Kompetensi Bidan Menghadapi MEA” berlangsung pada hari Minggu tanggal 20 Desember 2015 mulai jam 08.00 – 13.30 di Merapi hall Grasia convention hotel.

Dalam seminar ini dihadiri oleh bapak Marsum, BE. MH.p selaku PD III sebagai perwakilan Direktur poltekkes kemenkes semarang, ketua jurusan di lingkungan Poltekkes Kemenkes Semarang, ketua PD IBI Jawa Tengah dan ketua PC IBI Kota Semarang. Peserta terdiri dari mahasiswa Poltekkes Kemenkes Semarang, mahasiswa kebidanan dari institusi lain, dosen Poltekkes Kemenkes Semarang , dosen institusi lain, bidan dan umum yang berasal dari Jawa Tengah, Jawa Timur, Jawa Barat, Jakarta, Lampung dan Nusa Tenggara Timur.

Ibu Dr. Emi Nurjasmi, M.Kes selaku pembicara pertama dalam seminar ini menyampaikan materi “Keberlanjutan Jenjang Pendidikan Bidan” .Beliau menyampaikan bahwa :

  • Pendidikan profesi bidan akan diselenggarakan secepat cepatnya di tahun 2016. Program profesi bidan ini dapat ditempuh oleh lulusan dari DIV Kebidanan maupun S1 kebidanan.
  • Mahasiswa DIV kebidanan ini tetap mendapatkan Uji Kompetensi agar nantinya dapat langsung bekerja. Uji kompetensi ini akan berakhir di tahun 2019. Kemudian untuk DIV program 0 tahun berikutnya harus dilanjutkan dengan pendidikan profesi bidan.
  • Bidan praktik mandiri diberikan ijin menyelenggarakan praktik mandiri sesuai dengan permenkes nomor 1464 tahun 2010, sesuai dengan kewenangan dan kompetensi termasuk persalinan normal.

Selanjutnya dari ibu Dra. Rahayu Retno Sunarni, Mpd selaku pembicara kedua dalam seminar ini menyampaikan materi “Strategi Entrepreneurship Dalam Kompetensi Bidan Menghadapi MEA”. Beliau menyampaikan bahwa :

  • Dengan adanya MEA tentu akan terjadi persaingan yang sangat ketat. Karena dengan adanya tenaga kesehatan asing yang masuk dengan bebas di indonesia tidak menutup kemungkinan akan menggeser tenaga bidan dari indonesia apabila tidak mempunyai modal yang cukup kuat. Untuk diperlukan peningkatan kualitas pendidikan untuk menghadapi MEA.

Ketua panitia, Farida Amalia berharap acara seminar nasional kali ini dapat menambah ilmu, memberikan bekal, manfaat dan pencerahan bagi bidan dan mahasiswa untuk bersaing secara global dalam menghadapi MEA, serta meningkatkan kualitas mutu pengetahuan bidan dan mahasiswa kebidanan.

Peserta tampak antusias mengikuti seminar. Mereka mendengarkan dan memperhatikan penjelasan dari kedua narasumber. Setelah sesi pertanyaan selesai, acara seminar ditutup dengan pembagian doorprize dan doa bersama yang dipimpin oleh panitia.

Harapannya, setelah diadakannya seminar nasional kebidanan ini dapat meningkatkan animo masyarakat dalam memilih pendidikan bidan dan penguatan profesi bidan melalui pendidikan lanjut bidan serta jenjang karir bidan dalam pelayanan kebidanan.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *