VAKSINASI HEPATITIS B PADA MAHASISWA UPP DIII KEBIDANAN SEMARANG KAMPUS KENDAL

       Hepatitis B adalah penyakit hati yang disebabkan oleh virus. Sekitar 2 milyar penduduk dunia terinfeksi virus hepatitis B dan 350 juta diantaranya hidup dengan infeksi kronis. Setiap tahun ada lebih dari 4 juta kasus hepatitis B akut dan 25% menjadi karier kronis. 1 juta orang setiap tahun meninggal akibat hepatitis kronis, sirrosis dan kanker hati. Di dunia 80% kasus kanker hati disebabkan oleh hepatitis B, dan dikenal sebagai penyebab kanker kedua setelah tembakau.

          Virus hepatitis B dapat menular melalui darah dan cairan tubuh manusia. Beberapa cara penularan yang umum terjadi di negara berkembang yaitu : pada saat perinatal (dari ibu kepada bayinya pada saat melahirkan), infeksi pada masa kanak-kanak akibat kontak dengan anggota keluarga yang menderita hepatitis B, penggunaan jarum suntik yang tidak aman, transfusi darah, kontak seksual. Di negara maju penularan terjadi pada dewasa muda melalui hubungan seksual dan pemakaian narkoba suntik.

             Virus hepatitis menyebabkan infeksi akut dengan gejala yang berlangsung beberapa minggu biasanya akan timbul kuning pada kulit dan mata, air seni bewarna gelap, kelelahan sangat , mual dan muntah, sakit  perut. Proses penyembuhan bisa berlangsung beberapa bulan hingga setahun dan bisa menjadi infeksi kronis dan berkembang menjadi sirrosis atau kanker hati. Penderita hepatitis B akan menjadi kronis tergantung usia terinfeksi, 90% bayi yang terinfeksi pada tahun pertama akan berkembang menjadi infeksi kronis, 30-50% anak yang terinfeksi pada usia 1-4 tahun akan menjadi kronis. Sekitar 25% penderita dewasa hepatitis kronis yang terinfeksi sejak masa kanak-kanak akan meninggal akibat kanker hati atau sirrosis.

Jadwal Pemberian vaksinasi hepatitis B sebaiknya diberikan pada 0-1-6 bulan kelahiran. Vaksinasi primer terhadap infeksi virus hepatitis B terdiri dari 3 dosis, yang dimulai pada saat lahir. Dosis vaksinasi kedua diberikan 1 bulan setelah dosis pertama, dan dosis ketiga diberikan 6 bulan setelah dosis pertama.

whatsapp-image-2019-03-22-at-15-43-03

Beberapa orang yang beresiko tertular hepatitis B antara lain orang dengan perilaku seksual beresiko tinggi, berhubungan / kontak erat dengan anggota keluarga yang menderita hepatitis B, pemakai obat-obatan narkoba suntik, pasien penerima transfusi darah, turis yang bepergian ke daerah endemis hepatitis B.resiko pekerjaan yang berhubungan dengan penyakit hepatitis B, termasuk petugas kesehatan. Mahasiswa kebidanan sebagai calon Nakes juga beresiko tertular Hepatitis B, terutama saat melaksanakan kegiatan praktek klinik di Rumah sakit dan Puskesmas. Oleh karena itu, UPP D III Kebidanan Poltekkes Kemenkes Semarang Kampus Kendal mengadakan vaksinasi Hepatitis B diawali dengan sosialisasi vaksinasi Hepatitis B dan pengambilan sampel darah pada tanggal 22 Maret 2019. Hadir pada kegiatan ini  Segenap Dosen dan Mahasiswa serta Ibu Endang Tuti rahayu, Bapak Heru Sutanto dan Ibu Dwi Setiowati dari PT sanofi Pasteur.

 

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *