Kuliah Pakar Stase Neonatus, Bayi dan Balita

SEMARANG – Di penghujung tahun 2021,tepatnya Hari Selasa tanggal 21 Desember 2021, Jurusan Kebidanan mengadakan Kuliah Pakar untuk mahasiswa Jurusan kebidanan dengan mengusung tema “stunting”, menghadirkan para narasumber yang sangat expert di bidangnya, yakni Dr.dr. Brian Sri Prahastuti, MPH, beliau merupakan Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden Republik Indonesia, materi yang disampaikan tentang Kebijakan Pemerintah dalam Upaya Penurunan Stunting. Narasumber yang kedua adalah Dr.dr. Hendriani Sellina, SpA (K). MARS dari IDAI Provinsi Jawa Tengah menyampaikan materi tentang Pentingnya Optimalisasi Tumbuh Kembang Anak. Dan yang ketiga adalah Dr. dr. Fitri Hartanto, S.pA (K) dari IDAI Provinsi Jawa Tengah menyampaikan materi tentang Deteksi Dini Pertumbuhan dan Perkembangan Bayi, Balita.

Pembangunan SDM menjadi kunci  Indonesia ke depan. Titik dimulainya  pembangunan SDM adalah dengan  menjamin kesehatan ibu hamil,  kesehatan bayi, kesehatan balita,  kesehatan anak usia sekolah. Ini merupakan umur emas untuk  mencetak manusia Indonesia yang  unggul ke depan. Itu yang harus  dijaga betul. Jangan sampai ada  stunting, kematian ibu, atau  kematian bayi meningkat.

Menurut World Health Organization (WHO), stunting adalah gangguan perkembangan pada anak yang disebabkan oleh gizi buruk, infeksi yang berulang, dan simulasi psikososial yang tidak memadai. Apabila seorang anak memiliki tinggi badan lebih dari -2 standar deviasi median pertumbuhan anak yang telah ditetapkan oleh WHO, maka ia dikatakan mengalami stunting.

Masalah stunting di Indonesia adalah ancaman serius yang memerlukan penanganan yang tepat. Berdasarkan data Survei Status Gizi Balita Indonesia (SSGBI) pada tahun 2019, prevelensi stunting di Indonesia mencapai 27,7%. Artinya, sekitar satu dari empat anak balita (lebih dari delapan juta anak) di Indonesia mengalami stunting. Angka tersebut masih sangat tinggi jika dibandingkan dengan ambang batas yang ditetapkan WHO yaitu 20%.

Sebagaimana peran bidan dalam membantu persalinan dan menekan angka kematian ibu dan bayi, bidan juga diharapkan berperan penting menurunkan angka stunting. Peran bidan menjadi lebih luas, karena ia adalah figur fasilitator bagi keluarga untuk melakukan pencegahan dan penanganan stunting sejak dini. Sebagai bagian integral dari tenaga kesehatan, bidan memang memiliki peran yang strategis dalam mempercepat penurunan angka stunting demi mewujudkan generasi yang sehat, cerdas, dan berkualitas.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *