UCAP JANJI MAHASISWA DAN KULIAH UMUM PRODI DIII DAN DIV KEBIDANAN SEMARANG JURUSAN KEBIDANAN 2017
SEMARANG- Pada tanggal 24 Mei 2017 telah diselenggarakan ucap janii dan kuliah umum mahasiswa semester II Prodi DIII dan DIV Kebidanan Semarang di Auditorium Jurusan Kebidanan, Jl. Tirto Agung Pedalangan Semarang . Acara ucap janji ini merupakan kegiatan rutin yang termuat dalam kalender akademik . Kegiatan ucap janii dikhususkan bagi mahasiswa semester II untuk persiapan ke lahan praktik yang pertama kali nya. Para mahasiswa mengucapkan ikrar nya untuk memberikan pelayanan kepada klien dengan setulus hati, ikhlas dan didukung kejujuran serta integritas yang tinggi. Jumlah mahasiswa yang mengikuti ucap janji, terdiri dari Prodi DIII Kebidanan Semarang 49 mahasiswa dan Prodi DIV Kebidanan Semarang 45 mahasiswa. Kegiatan ini dihadiri oleh Pembantu Direktur II Bapak Warijan, A.Kep,M.Kes, Ketua Jurusan dikampus I dan III, Ketua IBI Cabang Kota Semarang serta bapak ibu dosen dan karyawan Jurusan Kebidanan. Acara diawali dengan laporan pendidikan dari Kaprodi DIII Kebidanan Semarang, Ibu Sri Sumarni, M.Mid dan Kaprodi DIV Kebidanan Semarang Ibu Triana Sri Hardjanti, M.Mid, keduanya menyampaikan visi dan misi masing-masing prodi dan capaian hasil sasaran mutu pendidikan. Acara berikutnya adalah prosesi ucap janji dan pemasangan Kap Profesi dan dilanjutkan sambutan-sambutan dari Ketua Jurusan Kebidanan Ibu Runjati, M.Mid dan terakhir adalah sambutan dari Pudir II. Beliau menyampaikan bahwa sebagai calon bidan professional harus dibekali hard skill dan soft skill, hal ini sesuai dengan visi Poltekkes Kemenkes Semarang dan Jurusan Kebidanan, yaitu menghasilkan tenaga kesehatan yang berbasis kearifan local dan diakui internasional.
Setelah selesai pelaksanaan ucap janji, dilajutkan kuliah umum mahasiswa yang dihadiri oleh seluruh mahasiswa Tingkat I sampai tingkat akhir baik Prodi DIII dan DIV Kebidanan, Prodi Profesi bidan, Dosen Jurusan Kebidanan. Jumlah peserta yang hadir kurang lebih 300 orang. Adapun Narasumber kuliah umum adalah ibu Adelina Anastasia A, SSi, S.Psi dengan Tema menyiapkan karakter soft skill bidan yang mampu bersaing diera Global, dan Narasumber kedua adalah Bapak Mohammad Syahbudin Siraj, Amd dengan tema Grooming Skill.





Plastic formwork panels, made from polypropylene resin with a hollow cavity structure, are lightweight yet strong, offering excellent flatness and durability. Their key advantages include over a hundred reuses, 100% recyclability, easy handling (one‑third steel’s density), no need for release agents, resistance to moisture and chemicals, and full compliance with “replace wood with plastic” policies—cutting costs and saving forests. Although they won’t completely replace traditional timber or steel in the near future, their growing market share, driven by stricter environmental regulations, signals that a lighter, greener, and more sustainable formwork era is already on the horizon.
For more information about Plastic formwork panels visit https://www.bzformwork.com/
When choosing a sand-free cast iron radiator, most people focus on appearance, but residual sand from casting can cause blockages, wear, and water quality issues, so stricter cleaning and borescope sampling matter. A sand-free cast iron radiator uses automatic shot-blasting and high-pressure rinsing to keep residual sand extremely low, protecting downstream equipment, improving water quality, and allowing more even heat output. It is not necessary everywhere—old gravity systems can use ordinary castings—but in district heating, hard-water areas, and modern systems with smart valves, a sand-free cast iron radiator reduces failure rates and long-term repair costs. As heating systems evolve, it is moving from a bonus feature to a basic requirement.
For more information about sand-free cast iron radiator visit https://www.bzradiator.com/