Peningkatan Kompetensi IT Mahasiswa Tingkat Akhir: Poltekkes Kemenkes Semarang Selenggarakan Pelatihan QGIS Tahun 2025

Semarang — Dalam rangka mempersiapkan lulusan yang adaptif terhadap perkembangan teknologi di era digital, Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Semarang mengadakan Pelatihan IT QGIS Tahun 2025 yang ditujukan khusus bagi mahasiswa tingkat akhir. Kegiatan ini dilaksanakan di Laboratorium CBT Kampus 1 Poltekkes Kemenkes Semarang, berlangsung secara bertahap sejak pertengahan Juli hingga awal Agustus 2025.
Pelatihan ini menyasar seluruh calon alumni program Diploma 3, Sarjana Terapan Kebidanan, dan Profesi Bidan Semarang, sebagai bagian dari strategi peningkatan kompetensi teknologi informasi yang relevan dengan dunia kerja, khususnya dalam konteks pelayanan dan pemetaan kesehatan berbasis digital.
Integrasi SIG dan Dunia Kesehatan
Tujuan utama pelatihan ini adalah untuk memberikan pemahaman dan keterampilan dasar dalam penggunaan Sistem Informasi Geografis (SIG) yang dapat diaplikasikan dalam berbagai aspek pelayanan kesehatan, termasuk pemetaan wilayah risiko stunting, distribusi fasilitas kesehatan, hingga analisis sebaran penyakit berbasis wilayah. Salah satu perangkat lunak open-source yang digunakan dalam pelatihan ini adalah QGIS (Quantum GIS), yang dikenal luas di kalangan profesional GIS karena fleksibilitas dan kekuatan fiturnya.
Pelaksanaan Pelatihan: Daring dan Luring Terintegrasi
Pelatihan diselenggarakan dalam dua tahap:
- Tahap Daring (Online)
Melalui platform Zoom Meeting, mahasiswa diperkenalkan dengan konsep dasar Sistem Informasi Geografis (SIG), manfaatnya dalam bidang kesehatan, serta gambaran umum tentang penggunaan QGIS. Materi pengantar ini diberikan untuk membekali mahasiswa dengan pemahaman teoritis sebelum praktik langsung. - Tahap Luring (Offline/Praktik Langsung)
Setelah sesi daring, mahasiswa mengikuti pelatihan lanjutan secara tatap muka di Laboratorium CBT. Dalam sesi ini, peserta dilatih secara langsung oleh para ahli geografis dari LPK Wahana, serta didampingi oleh dosen kebidanan yang sebelumnya telah mengikuti pelatihan GIS. Mereka dibimbing untuk memahami antarmuka QGIS, mengelola data spasial, membuat peta tematik, dan melakukan analisis sederhana yang relevan dengan konteks kesehatan masyarakat.

Komitmen terhadap Kompetensi Digital Mahasiswa
Kegiatan ini merupakan bagian dari program unggulan institusi dalam mendukung transformasi digital di sektor kesehatan, sekaligus menjawab kebutuhan kompetensi teknologi informasi di dunia kerja yang semakin kompleks. Poltekkes Kemenkes Semarang berkomitmen untuk membekali calon alumninya tidak hanya dengan kemampuan klinis, tetapi juga literasi digital dan kemampuan analitis berbasis data spasial.
Dengan pelatihan ini, diharapkan para lulusan mampu:
- Mengaplikasikan QGIS dalam konteks pelayanan dan promosi kesehatan,
- Menginterpretasi data spasial untuk pengambilan keputusan berbasis bukti,
- Berkontribusi aktif dalam pemetaan dan perencanaan wilayah kerja kesehatan, terutama di tingkat komunitas.
Antusiasme Peserta dan Harapan ke Depan
Pelatihan QGIS ini mendapat respons positif dari para mahasiswa. Banyak di antaranya yang menyatakan bahwa pengalaman ini merupakan hal baru yang membuka wawasan tentang pentingnya peta dan data spasial dalam praktik kebidanan dan kesehatan masyarakat.
Ke depan, Poltekkes Kemenkes Semarang akan terus mengembangkan program pelatihan sejenis sebagai bagian dari kurikulum pendukung, serta menjajaki kolaborasi lanjutan dengan lembaga mitra seperti LPK Wahana untuk memperluas cakupan pelatihan dan integrasi SIG dalam sistem pendidikan kesehatan.



Komentar Terbaru