“Sinergi Global dalam Inovasi Digital KIA: Prodi Kebidanan Purwokerto, Poltekkes Kemenkes Semarang Perkuat Layanan Kebidanan Berbasis Teknologi”
PURWOKERTO – Program Studi Kebidanan Purwokerto, Jurusan Kebidanan Poltekkes Kemenkes Semarang sukses menyelenggarakan webinar internasional bertajuk “Digital Innovation in Maternal and Child Health Services” pada hari Rabu, 11 Februari 2026. Acara yang digelar secara daring melalui platform Zoom Meeting ini menjadi bukti nyata komitmen institusi dalam merespons transformasi digital di sektor kesehatan global.
Respon Terhadap Era Transformasi Digital
Acara dibuka secara resmi oleh Direktur Poltekkes Kemenkes Semarang, Dr. Sugiyanto, S.Pd, M.App, Sc. Dalam sambutannya, beliau menekankan bahwa integrasi teknologi digital bukan lagi sebuah pilihan, melainkan keharusan dalam upaya menurunkan angka kematian ibu dan bayi.

“Inovasi digital harus mampu menjembatani kesenjangan akses layanan kesehatan. Melalui webinar ini, kita belajar dari praktik terbaik lintas negara untuk diimplementasikan di Indonesia.”
Perspektif Global dari Para Pakar
Webinar ini menghadirkan jajaran pembicara ahli dari dalam dan luar negeri yang mengupas tuntas potensi teknologi dalam kebidanan:
- dr. Onnicha Tacaviriya dari Mahidol University, Thailand
- Sri Devi Muthu, MSN dari MSU University, Malaysia
- Dodi Zulherman, PhD dari Telkom University
- Diki Retno Yuliani, M.Tr.Keb dari Poltekkes Kemenkes Semarang



Antusiasme Tinggi dan Integrasi LMS
Kegiatan ini diikuti oleh sedikitnya 650 peserta yang terdiri dari dosen, praktisi bidan, serta mahasiswa dan alumni dari Prodi Kebidanan Purwokerto Program Diploma III. Menariknya, webinar ini telah terintegrasi dengan LMS Plataran Sehat, sehingga para tenaga kesehatan yang menjadi peserta dapat langsung mengonversi kehadiran mereka menjadi Satuan Kredit Profesi (SKP) resmi secara sistematis.
Diskusi berlangsung interaktif dengan banyaknya pertanyaan mengenai inovasi layanan kebidanan dan penerapannya di lapangan, serta etika dalam penerpan teknologi agar tidak membahayakan pasien. Selain itu ditekan upaya-upaya alternatif penerapan teknologi di daerah terpencil. Dengan suksesnya acara ini, diharapkan para peserta mendapatkan wawasan baru untuk menciptakan layanan kebidanan yang lebih modern, cepat, dan akurat.

Komentar Terbaru